Video Penganiayaan Anak

_20190407_101318Kalau tidak ada video itu, mungkin si anak tersebut yang justru disalahkan, ketika anak tersebut mengadu kepada orang lain ataupun keluarganya ketika menceritakan segala keluh kesah terhadap kesakitannya, seperti:

“Ah, nggak mungkin ada orang tua apalagi ibu yang tega berbuat begitu terhadap anaknya”.
“Ah, nggak mungkin ada ibu yang lepas kendali terhadap anaknya”.
“Ah, itu cuma perasaan halus si anak saja yang merasa bahwa ibunya sudah menganiaya anaknya secara psikis dan fisik. Nggak ada bukti visum, kan?”.
“Ah, itu kan salah si anaknya kenapa sampai nggak mau ikut les. Jadi, ya, wajar kalau sampai ibu anak tersebut melakukan tindakan disipliner seperti itu”.
“Mungkin si ibunya lagi banyak pikiran, wajar sih kalau kemudian pelampiasannya ke anaknya”.

“Itu yang ngevideoin kok tega sih nggak nolongin si anak malahan ngevideo”.

Saya masih emosi ketika melihat video ini beberapa hari yang lalu, dan masih ada juga yang tega justru berkata hal-hal semacam itu tadi di atas kepada saya yang malahan opininya, malahan menyalahkan si anak. Padahal dia juga seorang ibu, yang melahirkan dan membesarkan anak-anaknya.

Apa saya harus berkata, “Sini, anakmu tak asuhnya agar dia bisa merasakan perbedaan pola pengasuhan, tanpa harus merasakan kekerasan psikis dan fisik seperti itu. Tanpa harus merasakan trauma psikis di masa mendatangnya nanti dan menyalahkan dirinya sendiri”.

Masih banyak penganiayaan di Indonesia, yang justru disalahkan adalah korbannya. Tulisan analisa Mbak Ellen terhadap kejadian tersebut, bisa menjadi acuan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s